Memahami Pribumisasi Islam Melalui Kitab Seribu Masalah
Book Review
Ronit Ricci, Islam Translated: Literature, Conversion, and the Arabic Cosmopolis of South and Southeast Asia, Chicago and London: The University of Chicago Press, xxii + 316 halaman, 2011.
----------
Versi lengkap artikel ini terbit di Studia Islamika, Vol. 19 No. 3, 2012.
----------
Salah satu persoalan serius yang sering dihadapi oleh mahasiswa atau peneliti yang melakukan kajian tekstual atas sebuah teks adalah kekurangmampuan menempatkan teks yang dikajinya dalam sebuah kerangka teori dan perspektif tertentu yang cocok, serta menempatkan analisisnya dalam konteks yang lebih luas.
Padahal, kemampuan memilih kerangka teori yang tepat serta analisis kontekstual itulah salah satu yang dapat menuntun peneliti untuk sampai pada sebuah simpulan tajam dan kontributif dalam bidangnya.
Pada saat yang sama, para peneliti dan mahasiswa pribumi juga sering kurang memanfaatkan sumber-sumber tekstual berupa manuskrip dalam mengkaji fenomena Islam Indonesia. Padahal, sumber-sumber tersebut banyak tersedia dalam berbagai bahasa lokal seperti Melayu, Jawa, Sunda, Bugis-Makassar, Wolio, dan lainnya. Mereka niscaya tidak akan menemui kesulitan jika mau membaca manuskrip-manuskrip dalam bahasa-bahasa lokal tersebut.
Buku Islam Translated yang ditulis oleh Ronit Ricci dapat menjadi salah satu rujukan contoh ideal bagaimana seyogyanya kajian sebuah teks, dan kajian Islam lokal, dilakukan. Melalui telaah atas transformasi tekstual, konsep, citra, dan genre sebuah teks Arab Kitab Seribu Masalah ke dalam tiga tradisi bahasa, yakni: Jawa, Melayu, dan Tamil, Ricci berhasil menunjukkan bagaimana proses terjadinya metamorfosis bahasa Arab, dan karya sastra Arab, ke dalam tradisi bahasa dan budaya lain, serta membuktikan lahirnya sebuah tradisi Islam baru melalui penerimaan pembaca lokal terhadap teks-teks transformatif tersebut, tanpa mengurangi superioritas tradisi asalnya, Arab.
Ronit Ricci, Islam Translated: Literature, Conversion, and the Arabic Cosmopolis of South and Southeast Asia, Chicago and London: The University of Chicago Press, xxii + 316 halaman, 2011.
----------
Versi lengkap artikel ini terbit di Studia Islamika, Vol. 19 No. 3, 2012.
----------
Salah satu persoalan serius yang sering dihadapi oleh mahasiswa atau peneliti yang melakukan kajian tekstual atas sebuah teks adalah kekurangmampuan menempatkan teks yang dikajinya dalam sebuah kerangka teori dan perspektif tertentu yang cocok, serta menempatkan analisisnya dalam konteks yang lebih luas.
Padahal, kemampuan memilih kerangka teori yang tepat serta analisis kontekstual itulah salah satu yang dapat menuntun peneliti untuk sampai pada sebuah simpulan tajam dan kontributif dalam bidangnya.
Pada saat yang sama, para peneliti dan mahasiswa pribumi juga sering kurang memanfaatkan sumber-sumber tekstual berupa manuskrip dalam mengkaji fenomena Islam Indonesia. Padahal, sumber-sumber tersebut banyak tersedia dalam berbagai bahasa lokal seperti Melayu, Jawa, Sunda, Bugis-Makassar, Wolio, dan lainnya. Mereka niscaya tidak akan menemui kesulitan jika mau membaca manuskrip-manuskrip dalam bahasa-bahasa lokal tersebut.
Buku Islam Translated yang ditulis oleh Ronit Ricci dapat menjadi salah satu rujukan contoh ideal bagaimana seyogyanya kajian sebuah teks, dan kajian Islam lokal, dilakukan. Melalui telaah atas transformasi tekstual, konsep, citra, dan genre sebuah teks Arab Kitab Seribu Masalah ke dalam tiga tradisi bahasa, yakni: Jawa, Melayu, dan Tamil, Ricci berhasil menunjukkan bagaimana proses terjadinya metamorfosis bahasa Arab, dan karya sastra Arab, ke dalam tradisi bahasa dan budaya lain, serta membuktikan lahirnya sebuah tradisi Islam baru melalui penerimaan pembaca lokal terhadap teks-teks transformatif tersebut, tanpa mengurangi superioritas tradisi asalnya, Arab.












